Ayo berbagi agar lebih bermanfaat

Selasa, 23 Februari 2021

Apakah Sukses Dunia dan Sukses di Akhirat itu?


Sukses adalah berhasil merealisasikan suatu tujuan. Ketika seorang anak berhasil berjalan dikatakan anak ini sukses. Ketika seorang remaja berhasil mendapatkan prestasi yang ingin diraihnya dikatakan remaja ini sukses. Ketika keinginan memiliki anak terwujud dikatakan orang yang sudah menikah sukses. Orang tua yang berhasil mendidik anaknya hingga dewasa dan hidup bahagia dikatakan orang tua ini sukses. Seorang muslim yang berhasil menjalankan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan Allah SWT dikatakan ia sukses menjadi orang yang taat. Orang yang ikhlas taat di dunia terhadap hukum-hukum Allah SWT secara totalitas akan mendapatkan ridho Allah SWT dan tinggal di surga.

Seorang muslim suksesnya harus dalam dua alam. Yaitu sukses di dunia dan di akhirat. Sehingga harus dibuat tujuan dalam dua hal tersebut. Seorang muslim harus membuat impian-impian yang jelas baik impian di dunia dan impian di akhirat. Ditetapkan dan berkomitmen untuk sukses di dua alam. Beraktivitas merealisasikan tujuan yang sudah dibuat dengan tuntunan ide-ide islam yang lengkap. Hal ini sesuai dengan pemahaman islam bahwa hidup di dunia hanya sementara dan akhirat selamanya. Muslim yang cerdas tidak akan menghabiskan waktunya untuk bersantai-santai, namun akan berjuang mempersiapkan kesuksesan di akhirat.

1) Sukses di Dunia


Hidup di dunia dalam rangka memenuhi kebutuhan jasmani dan keinginan yang muncul dari naluri. Jika kebutuhan jasmani tidak terpenuhi tubuh bisa rusak bahkan dapat menyebabkan kematian. Jika keinginan naluri tidak dipenuhi perasaan akan gelisah atau galau. Sukses hidup di dunia adalah dapat memenuhi kebutuhan jasmani tepat waktu yang memang bangkitnya dari dalam tubuh. Sukses penting lainnya adalah mampu memenuhi keinginan naluri sehingga hidup tidak galau. Galau menyebabkan orang menderita. Sebaliknya terpenuhinya keinginan naluri akan menyebabkan orang bahagia. Banyak orang menginginkan hidup bahagia baik muslim dan nonmuslim. Apalagi seorang muslim harusnya lebih mudah bahagia dibandingkan dengan nonmuslim, karena agama yang mulia ini rahmat untuk seluruh alam, ketika dipegang teguh (pemahaman dan amalan) pasti mendatangkan kebahagiaan.

Yang dimaksud dengan sukses dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan sukses memenuhi keinginan naluri secara lebih rinci disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 1.1 Rincian target sukses di dunia

Jenis Potensi kehidupan

Potensi kehidupan

Pemenuhan (aktivitasnya)

Efek tidak dipenuhi

Jika terpenuhi

Kebutuhan Tubuh

Lapar

Makan

Tubuh rusak bahkan kematian

Sukses, Tubuh Sehat

Haus

Minum

Sesak

Bernapas

Sesak

BAB/BAK

Mengantuk

Tidur

Naluri memeper-tahankan diri

Memiliki

Beli/bekerja

Galau

Sukses Bahagia

Takut

Menghindar

Marah

Mengomel

Berkuasa

Berjuang

Naluri Melangsungkan keturunan

Syahwat

Kawin

Tertarik dengan lawan jenis

Mendekati

Sayang anak

Merawat

Sayang istri

Menafkahi

Naluri Beragama

Lemah

Sholat, berdoa (ibadah)

Mengidolakan

Mengikuti

 

Umumnya orang menginginkan sukses dalam memenuhi keinginan naluri mempertahankan diri yang penampakannya rasa ingin memiliki. Ingin memiliki rumah, ingin memiliki pasangan hidup, ingin memiliki kendaraan yang nyaman dan lain-lain. Berdasarkan rasa ingin memiliki tersebut orang akan menetapkan tujuan hingga akhirnya berupaya untuk sukses menggapainya.

Berdasarkan penjelasan di atas sukses di dunia adalah sebagai berikut:

a)        Sukses dalam memenuhi kebutuhan jasmani sehingga “tubuh sehat”

b)        Sukses dalam memenuhi keinginan naluri sehingga perasaan “bahagia”


Demikianlah sukses di dunia selanjutnya yang kedua adalah sukses di akhirat.

2) Sukses di Akhirat


Satu hal yang pasti, bahwa kesuksesan di akhirat diperoleh dari aktivitas manusia di dunia. 

Dunia berkorelasi dengan akhirat. Pilihan hidup di dunia akan menentukan nasib hidup di alam kubur, nasib hidup di padang mahsyar, nasib hidup di akhirat. Dengan demikian kesuksesan di akhirat diproses di dunia. Kesuksesan di akhirat dapat diraih dengan mengupayakan ridho Allah SWT dalam setiap perbuatan di dunia. Kesuksesan di akhirat ditandai dengan masuknya manusia ke dalam surga secara langsung tanpa singgah ke neraka.

Perbuatan manusia di dunia adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan jasmani dan keinginan naluri. Pada tabel 1.1 terdapat kolom pemenuhan seperti makan, bekerja, kawin, dan ibadah. Jika manusia menyesuaikan pemenuhan-pemenuhan tersebut dengan aturan Allah SWT, akan diperoleh ridho Allah SWT. Jika pemenuhan tersebut tidak sesuai aturan Allah SWT akan diperoleh murka Allah SWT. Jika ingin sukses di akhirat semua perbuatan harus disesuaikan dengan aturan Allah SWT agar Allah SWT meridhoi dan memasukkan manusia ke dalam surga.

Penting untuk menggambarkan bagaimana akhirat itu. Sebagaimana juga sering digambarkan dalam Al-Quran tentang surga dan neraka. Tujuan penggambaran itu adalah untuk membangkitkan naluri mempertahankan diri manusia yang penampakannya rasa ingin memiliki dan takut. Gambaran neraka dimaksudkan agar manusia takut dan berusaha untuk menghindarinya sehingga ia termotivasi untuk taat kepada Allah SWT di dunia. Gambaran fasilitas surga dalam Al-Quran dimaksudkan agar manusia termotivasi untuk meraihnya. Agar dapat menghindari neraka dan mendapatkan surga satu-satunya cara adalah berupaya maksimal menghadirkan ridho Allah SWT dalam setiap perbuatan. 

Rabu, 01 Juli 2020

CARA BELAJAR TERBAIK BELAJAR DENGAN KESADARAN

CARA BELAJAR TERBAIK
BELAJAR DENGAN KESADARAN

Gambar di atas tampak sebuah karakter percaya diri yang dijelaskan oleh tulisannya bahwa  si ulat dan kupu-kupi memiliki sikap mandiri. Dimulai dari gambar ulat kanan atas yang ingin mengerjakan sendiri suatu pekerjaan. Hal ini dilakukan karena ia tahu cara mengerjakannya dan yang leboih penting lagi adalah karena ia sadar bahwa pekerjaan itu harus diselesaikan sendiri.

Pada gambar atas kiri kupu-kupu mandiri yang punya kesadaran yang tinggi. Ia menyadari hakikat dirinya seperti mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Dengan demikian ia akan tahu arah langkan untuk menyelesaikan suatu persoalan. Demikian juga pada gambar kepompong kiri bawah calon kupu-kupu cantik sedang menjalankan agenda jadwal yang sudah direncakan sebelumnya. berproses sesuai prosedur yang sudah ditetapkan dengan penuh kesadaran.

Pada akhirya atas kesadaran sejak awal jadilah ia menjadi kupu-kupu yang cantik pada gambar kiri bawah. artinya dengan berproses dengan penuh kesadaran secara alami akan menghasilkan kesuksesan bagi siapa saja.

Kesimpulannya adalah cara belajar terbaik itu adalah dengan menghadirkan kesadara pada orang yang sedang belajar tentang statusnya. apakah dia tahu bahwa dia tahu atau belum tahu. apaka ia tahu bahwa ia bisa atau tidak bisa. jika kesadaran telah diperoleh maka belajar akan menjadi sesuatu yang menantang dan menyenangkan.

Selasa, 21 April 2015

BIJAK HADAPI UJIAN



Tetap Tenang....!

BIJAK HADAPI UJIAN
QS. Al-Ankabut[29]: 2 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?”
Aslkm Saudaraqu  yang dirahmati Allah.
Dalam Ayat ini Allah menyatakan adanya ujian. Baik itu beriman atau tidak. Semua akan diuji dengan berbagai macam bentuk ujian. Allah punya tujuan menguji hambaNya, Allahu alam. Namun jika kita gunakan akal kita, untuk mengetahui kualitas seorang Hamba maka dilakukan dengan ujian.
Misal untuk mengetahui pengetahuan seseorang tentang b.ing maka di uji dengan ujian tofl. Untuk mengetahui skill seseorang  di uji dengan ijian praktek langsung. Sehingga dapat kita simpulkan ujian bertujuan untuk mengetahui sejauhmana  sudah kualitas seseorang.
Ujian datang dari Allah untuk mengukur sebesar apa kecintaan kita padaNya. Ujian datang untuk mengukur setaat apa kita pada AturanNya. Ujian untuk mengukur seberapa kuat kita mampu menjauhi dan meninggalkan laranganNya. Pilihan tempat persinggahan terakhir mutlak Cuma 2,
Jika tidak surga ya neraka.
Klo gak Neraka ya Surga.
Ketika kita memilih surga, itu berarti kita harus menuntut diri kita untuk lulus dalam ujian.

Tidakkk...!
Mengeluh = RUGI
Senjata/perisai yang mampu mengantarkan kita menuju pribadi yang unggul adalah:
“pemahaman”  #YUKngaji
Ayo kita memahami  makna kehidupan. Kita sama2 tau pencipta alam semesta, Manusia, dan Kehidupan adalah Allah swt. Dimana Allah Menciptakan dan Mengatur apa yang telah diciptakanNya. Allah menciptakan Alam semesta berupa bumi beserta isinya, planet, satelit, tata surya, bintang. Kesemuanya itu berada dalam keteraturan. Bulan mengitari bumi. Bumi mengitari matahari. Semua sudah di atur berdasarkan peraturan yang Allah buat. Allah juga mengatur kehidupan yaitu berawal dan berahir. Hewan dan tumbuhan dilahirkan (hidup) dan akan berakhir (mati) begitu juga Manusia. Begitulah aturan yang Allah buat terkait “kehidupan”
Manusia dalam hidupnya juga diberikan aturan, yaitu berupa perintah dan larangan. Artinya kita terikat dalam aturan. Kita memilih apakah mau baik (ikut aturan) atau buruk (melanggar aturan). Kita harus tahu asal kita dari mana? Tujuan hidup kita dihidupkan di dunia untuk apa? Dan setelah kehidupan dunia mau kemana? Dengan pemahaman akan hal ini, maka kita akan sangat bijak dalam menjalani kehidupan ini. Kita paham kita diciptakan oleh Allah, akan kembali padaNya, dan dihidupkan untuk menjalankan SeruanNya.
Pemahaman terhadap hal di atas akan membuat kita bijak dalam menjalani hidup ini.
Contoh kasus, bijaksana dalam mensikapi perkara rejeki.
JIka kita ingin rejeki lancar, caranya yaitu dengan bersyukur. Ini merupakan janji Allah ketika kita bersyukur maka Allah akan menambah ni’matNya. (QS. Ibrahim:7) Allah adalah Maha Menepati Janji. Tentunya kita harus tau aturan mainnya agar rejeki itu datang, yaitu harus ada ikhtiar, doa,  sedekah. Berapapun hasilnya tetap bersyukur. Bukan mengeluh, karena mengeluh adalah hal yang sia-sia. Ketika kita bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Kita mestinya sabar dalam ikhtiar, sabar dalam berdoa.
Selanjutnya: Org yang bersyukur ditambah ni’mat. Org sabar di sayang dan di balas surga. Orang Mengeluh/stress Rugi besar. Jika sudah bersyukur dan  bersabar,  sikap ini akan menjadikan kita orang yang ikhlas dalam mengerjakan sesuatu.

Jumat, 28 November 2014

Guru sebagai pembentuk generasi penerus pembangkit islam


Guru sebagai pembentuk generasi penerus pembangkit islam

Bagaimana peran Guru yang ideal?
Seorang guru/pendidik mestinya mampu membentuk seorang peserta didik menjadi muslim yang tangguh. Dengan ketangguhan itu peserta didik akan tahu mana ilmu yang wajib bagi dirinya (fardu ‘ain) dan mana yang diwajibkan untuk masyarakat (fardu khifayah) sehingga peserta didik akan meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.

Ketangguhan itu didapat dengan memahamkan peseta didik tentang suatu prinsip penting. Peserta didik harus mampu menemukan satu tujuan yang akan mengarahkan ia untuk mencapat tujuan tersebut. Dengan begitu peserta didik yang sejatinya adalah ummat tidak akan manjadi manusia plin-plan karena memiliki standar hidup yang sesuai dengan fitrah manusia.

Pemahaman yang harus dipahamkan guru adalah aqidah aqliyah yang benar kepada peserta didik. Suatu keyakinan yang diperoleh dari proses berpikir. Peserta didik sebagai manusia yang dianugerahi akal harus diajak berpikir tentang dirinya dan fakta-fakta yang ada disekitarnya. Manusia yang tinggal di alam semesta dan diberi kehidupan apakah ada dengan tanpa tujuan. Ketika direnungkan manusia yang hidup di dunia ini berawal dan berakhir. Begitu juga denga hewan yang memiliki kehidupan juga berawal dan berakhir. Peserta didik harus diajak berpikir sebelum kehidupan dunia ini dimanakah kehidupan? Dan setelah kehidupan dunia ini dimanakah kehidupan? Berdasarkan hal ini akan timbul tiga pertanyaan yang sangat mendasar yang pasti muncul dalam benak peserta didik; 1) dari manakah manusia berasal?, 2) Kemanakah manusia setelah kematian?; 3) Untuk apa manusia hidup?

Menjawab tiga pertanyaan yang mendasar tadi dengan tepat akan menjadikan peserta didik berideologi islam. Peserta didik memahami manusia berasa dari Allah swt, kembali pada Allah swt, dan hidup untuk menaati seruan-seruan Allah swt. Segala perbuatan yang dilakukan terikat dengan seruan-seruan Allah swt. Perbuatan-perbuatan itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt kelak. Aturan yang berasal dari Allah swt menjadi penghubung kehidupan sebelum dan sesudah kehidupan dunia ini. Dengan demikian guru dan peserta didik akan memiliki tujuan yang sama. Tujuan yang sama ini akan memudahkan copy paste ilmu kepada peserta didik.
Berdasarkan penjelasan di atas seorang guru/pendidik yang ideal itu adalah guru yang mampu;
  1. Menjadikan peserta didik memiliki prinsip yang kokoh/berideologi islam.
  2. Mengarahkan peserata didik untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
  3. Memahamkan peserta didik tentang ilmu yang fardhu ‘ain dan fardhu khifayah.
  4. Memahamkan kepada peserta didik bahwa islam itu untuk diamalkan bukan sekedar dipelajari.

Untuk mencapai target guru ideal tersebut seorang guru haruslah memiliki pola pikir islam dan pola sikap islam.  Guru harus mampu mengispirasi peserta didik. Guru harus menjadikan dirinya panutan bagi peserta didik sehingga peserta didiknya ingin menjadi seperti dirinya. Ketika  peserta didik melihat gurunya ia langsung termotivasi untuk menuju kebangkitan. Kesemua itu dapat terwujud dengan memenuhi kualifikasi guru yaitu; 
  1. Amanah/tanggung jawab untuk membangun kepribadian islam pada diri peserta didik. 
  2. kafa’ah/memiliki kemampuan di bidangnya dan memahami visi, misi tujuan pendidikan islam. 
  3. Himmah/etos kerja tinggi. 
  4. Guru harus berideologi islam/berkepribadian islam agar bukan sekedar menjalankan fungsi mengajar tetapi juga fungsi mendidik.


Realitas; Peran Guru Saat ini
Guru sebagai stake holder terpenting dalam dunia pendidikan saat ini ternyata tidak mampu menjadikan peserta didik memiliki karakter yang baik. Para alumnus dari instansi pendidikan banyak yang tidak memiliki keperibadian islam. Alumnus yang menjadi pejabat dalam pemerintahan banyak yang korupsi. Disisi lain banyak sekali terjadi tauran antar peserta didik dimana mereka sejatinya sudah dididik oleh guru-guru professional. Peserta didik hanya mementingkan kesenangan dan materi karena sistem pendidikan yang diterapkan memang untuk menjadikan peserta didik menjadi sosok yang materialistik.

Sebagai seorang pendidik penulis memperhatikan guru-guru disekolahan juga banyak yang jauh dari karakter/kualifikasi guru yang diharapan. Guru-guru itu lebih cenderung ditakuti oleh peserta didik. Ketika berkomunikasi guru-guru itu menggunakan nada tinggi berekspresi marah. Pendekatan seperti ini tidak mewujudkan persahabatan antara guru dengan peserta didik. Guru-guru itu juga tidak memberikan tauladan yang baik seperti tidak konsisten dengan apa yang dijelaskannya, misal dalam pelajaran ia menjelaskan bahwa merokok itu merusak paru-paru namun dalam keseharian ia merokok dihadapan siswanya.

Lebih dalam lagi guru-guru yang ada tidak berideologi islam. Memeluk islam tidak secara totalitas. Wajar saja ini terjadi akibat ketiadaan pendidikan bagi guru untuk masuk kedalam islam secara kaffah. Para guru-guru ini juga dibentuk oleh dosen-dosen S2, S3, dan propesor yang juga tidak berideologi islam. Lebih lanjut dari akar sudah bermasalah. Sistem pemerintahan demokrasi sekuler menutup jalan bagi para pengikutnya untuk mendalami islam sebagaimana yang diajarkan oleh rasulullah saw.

Benar banyak juga guru-guru yang baik, santun kepada siswanya, dan senantiasa menasehati siswanya. Namun ini tidak akan berarti dalam membentuk peserta didik agar memiliki karakter yang baik. Terlebih lagi peserta didik tidak hanya belajar di sekolah namun juga di rumah dan dari lingkungan masyarakat. Sebaik apa pun guru di sekolah/universitas mendidik peserta didik tidak akan memberikan hasil yang signifikan karena belum tentu peserta didik mendapatkan pelajaran yang baik dari orang tuanya. Apalagi dari lingkungan masyarakat; media televisi, pergaulan bebas, yang sangat jauh sekali dari islam. Dengan demikian ada tiga komponen sebagai sumber belajar peserta didik yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat. Tampak sekali kerusakan yang ada di dunia pendidikan diakibatkan diterapkannya sistem demokrasi liberal yang memisahkan kehidupan dengan agama. Islam justru mengatur kehidupan sesuai fitrah sehingga memuaskan akal dan menentramkan jiwa. Islam menjadikan manusia mulia di dunia dan akhirat.

Walhasil guru tidak mampu membentuk karakter islam/berideologi islam pada diri peserta didik disamping guru memang hanya menguasai satu bidang. Guru pun harus mengikuti kurikulum yang lahir dari rahim demokrasi liberal dimana kurikulum itu mengarahkan peserta didik untuk menjadi liberal.

Sistem Pendidikan Islam Vs Demokrasi Liberal
Pemerintah telah melakukan perbaikan kurikulum yang tujuannya agar peserta didik selain berpengetahuan juga memiliki sikap yang baik, agama yang baik, dan keterampilan yang baik. Ternyata perubahan kurikulum ini awalnya diterima dengan tidak ikhlas oleh para guru. Membuat guru-guru stress dengan sistem penilaian yang rumit menurut mereka. Seiring berjalannya waktu guru mulai terbiasa dengan kurikulum baru. Tetap saja perubahan kurikulum ini tidak akan membentuk karakter islam dalam diri peserta didik. Disamping buku-buku terbitan kurikulum 2013 ada yang bertentangan dengan islam sebagai bukti liberalnya tujuan pendidikan. Peserta didik juga diajari oleh orang tua dan masyarakat yang sekuler akibat penerapan sistem demokrasi sekuler.

Sistem pendidikan mencakup tiga komponen yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat. Dengan menganalisis fakta saat ini sistem pendidikan liberal telah berhasil membentuk generasi penerus yang kapitalis liberal. Demokrasi berhasil membuat sekolah-sekolah yang lulusannya bersifat materialistik dan kurang peduli terhadap islam. Demokrasi berhasi membentuk masyarakat yang bebas, media yang bebas, dengan banyak mengabaikan hukum-hukum islam. Pendidikan di rumah juga pendidikan yang jauh dari islam karena orang tua adalah bagian dari masyarakat yang tidak berideologi islam.

Dengan demikian sistem pendidikan yang ada saat ini tidak akan mampu membangkitkan islam. Manusia yang diciptakan dengan tujuan mengabdi kepada Allah swt tidak akan terlaksana secara kaffah karena sistem pendidikan menjauhkan peserta didik dari islam kaffah.

Sistem pendidikan islam berangkat dari hakikat hidup manusia yaitu jawaban dari tiga pertanyaan mendasar; dari mana, mau kemana, dan untuk apa. Manusia pada hakikatnya adalah hamba Allah swt dan diamanahi Allah swt sebagai pengelola bumi. Sebagai hamba Allah swt peran hidup manusia adalah beriman dan taat pada syariat Allah swt. Dengan demikian pembinaan pendidikan harus menghasilkan syakhsiah islamiyah (manusia yang berpola pikir islam dan pola sikap islam). Sebagai pengelola bumi peran hidup manusia adalah memakmurkan bumi berbekal syariah Allah swt dan Sains Teknologi. Dengan demikian pembinaan pendidikan harus dengan penguasaan saintek dan melalui penerapan syariah untuk rakmatan lil alamin.

Berdasarkan penjelasan di atas tujuan pendidikan dalam sistem pendidikan islam adalah; 1) membentuk kepribadian islam, 2) menguasai pengetahuan islam, 3) menguasai ilmu kehidupan (sains teknologi dan keahlian).

Berdasarkan sirah Nabi SAW dan tarikh Daulah Khilafah, Negara memberikan jaminan pendidikan secara Cuma-Cuma (bebas biaya) dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Kesejahteraan dan gaji para pendidik (guru) sangat diperhatikan dan merupakan beban yang harus dipikul Negara serta diambil dari kas baitul mall. Di madrasah Al Mustanshiriah yang didirikan oleh Khalifah Al Muntashir di kota Baghdad, setiap siswa menerima beasiswa berupa emas seharga 1 dinar (4,25 gram emas). Kehidupan keseharian mereka dijamin sepenuhnya. Fasilitas sekolah lengkap, seperti perpustakaan beserta isinya, rumah sakit dan pemandian. Dan jauh sebelumnya, Ad Damsyiqi mengisahkandari Al wadhiyah bin Ataha bahwa khalifah Umar Ibnu Khattab memberikan gaji kepada tiga orang guru yang mengajar anak-anak di kota madinah masing-masing sebesar 15 dinar setiap bulan (1 dinar = 4,25 gram emas).

Solusi tuntas
Institusi Negara ummat islam runtuh pada 3 maret 1924. Menurut perhitungan masehi ketiadaan Negara islam sudah 90 tahun terhitung hingga 2014 ini. Suatu peradaban yang kuat disebabkan karena adanya institusi sebagai wadah penerapan  idiologi yang di embannya. Pelaksanaan syariah secara menyeluruh hanya bisa diterapkan dengan adanya Negara yang menggunakan sistem pemerintahan islam seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Pemerintah yang menggunakan sistem pemerintahan demokrasi tidak akan mungkin menjalankan sistem pendidikan islam. Sistem pemerintahan demokrasi hanya melahirkan sistem-sistem yang serba sekuler termasuk sistem pendidikan karena asas dasarnya adalah sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan. Fakta menunjukkan bahwa peran guru dalam sistem demokrasi tidak menjadikan peserta didik menjadi manusia yang mampu berpikir secara cemerlang. Peserta didik kebanyakan tidak memiliki tujuan yang jelas selain tujuan materi yang bersifat duniawi.

Dengan demikian harus tumbuh kesadaran bagi ummat - termasuk di dalamnya guru - bahwa sistem yang memisahkan kehidupan dengan agama adalah sistem yang kufur. Dengan kesadaran itu guru akan meluruskan aqidahnya sehingga guru akan berideologi islam. Ideologi islam akan mendorong pengembannya untuk taat kepada sang Pencipta sehingga melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua laranganNya. Ketaatan ini berbentuk penerapan syariah secara totalitas sebagaimana diwajibkan Allah kepada orang-orang yang beraqidah islam (QS. 2:208). Penerapan secara totalitas harus dilakukan dengan menegakkan suatu institusi yang melaksanakannya yaitu daulah islam dengan bingkai khilafah islam. Sehingga  akan lahir dari aqidah tersebut sebuah sistem pendidikan yang sesuai dengan hakikat tujuan penciptaan manusia. Disinilah guru-guru akan berperan aktif membentuk karakter generasi penerus yang islami. Yang siap berjuang menjadikan islam sebagai rahmatan lil alamin.

Allahualam


Tentang Saya

Foto saya
Jalan Lebe Kader, Gelengang (1001); Jalan Anugerah Lorong Sejahtera, Takengon., Aceh Tengah, Indonesia
Seorang yang ingin selalu menambah ilmu agar selamat dunia dan akhirat, Pencari Kebenaran dari sisi Pencipta swt. Berdakwah meneruskan visi misi Rasulullah saw

Ads