Kata
hijrah dapat diartikan sebagai kata pindah. Hijrah menuntut perubahan, dari
yang tidak baik menjadi yang lebih baik bahkan yang terbaik. Dalam islam hijrah
dimaknai sebagai meninggalkan kekufuran menuju islam yang sebenarnya yaitu secara
kaffah/menyeluruh/complate.
Berikut kita tinjau latar belakang
yang mengharuskan kita melakukan hijrah. Ketika kita memperhatikan lingkungan
sekitar. Muslim dapat dikatakan terpuruk dalam hal ekonomi. Saat berhenti di
persimpangan lampu merah, kita dapat menyaksikan pengemis yang menonjolkan
identitas kemuslimannya. Dari segi ibadah, begitu banyak muslim yang lalai
dalam melaksanakan ibadah sholat. Dalam bulan Ramadhan pun banyak yang tidak
berpuasa. Begitu juga dengan sholat sunah, banyak yang melalaikan sholat dhuha
dan tahajjud. Dari segi akhlak, banyak
remaja-remaja muslim yang tidak menghormati orang tuanya. Mereka tidak
menghargai orang yang lebih tua dari dirinya. Dari segi ukhuwah, fakta juga
menunjukkan remaja suka melakukan tawuran, saling bermusuhan, tidak ada
terdapat ukhuwah islam yang baik diantara kebanyakan remaja. Dari segi ikatan
persaudaraan, tidak tampak ikatan islam yang ibarat satu tubuh, jika salah satu
anggota tubuh sakit, yang lain akan ikut merasa sakit. Alih-alih saling
melindungi fakta menunjukkan anak muda saling menyakiti dengan tawurannya.
Berdasarkan beberapa latar belakang diatas
yang mewajibkan umat islam hijrah menuju yang terbaik. Neraka yang kita takuti,
surga yang memotivasi, akan mendorong kita melakukan perubahan/hijrah untuk
meraih ridho Allah.
Firman
Allah SWT.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman,
orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan
rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Al-Baqarah
[2]: 218
Dan
Firman Allah SWT.
“Orang-orang yang beriman dan
berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka,
adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang
mendapat kemenangan.” QS.
At-Taubah [9]: 20
 |
| Skema Hijrah |
Bagaimanakah
hijrah yang diinginkan islam? Skema di atas menunjukkan secara sederhana proses
hijrah dalam islam. Terdapat dua wilayah yaitu wilayah kekufuran/tidak berilmu
(kiri) dan wilayah ilmu islam secara menyeluruh (kanan). Manusia yang tidak memahami islam secara menyeluruh
masuk ke dalam kategori kiri. Dan mereka yang memahami islam dan mau menerapkan
dan memperjuangkan islam secara menyeluruh masuk ke kategori kanan.
Islam
adalah agama yang berasal dari sang Kholik yang dititipkan kepada Rasulullah
Muhammad SAW melalui perantara malaikat untuk kesejahteraan umat manusia. Islam
yang telah dipahami oleh Rasulullah disampaikan kepada manusia dengan cara
memberi kabar gembira dan peringatan. Rasulullah diutus untuk memperbaiki
akhlak dan kehidupan manusia.
Hijrah
yang diharapkan adalah hijrah pembentukan pemikiran bahwa islamlah yang
terbaik. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan. Bagi orang yang beriman ketika
ia memeluk islam secara menyeluruh kehidupannya akan sangat baik, baik di dunia
maupun di akhirat.
Pada
skema di atas, A mewakili orang-orang yang telah melihat dengan mata hatinya
tentang kesempurnaan islam. B mewakili orang-orang yang belum memahami islam. B
wajib hukumnya hijrah ke daerah kanan sehingga ia menjadi A. Sedangkan A sunah
hukumnya hijrah ke daerah kiri untuk merubah sifat kiri sehingga orang-orang di
kiri berhijrah ke kanan.
Jika
kita ingin melakukan perubahan dalam hidup. Hal pertama kali yang perlu kita
rubah adalah pemikiran kita,
Firman
Allah SWT
“Sesungguhnya Allah
tidak merubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka merubah keadaan yang ada pada
diri mereka sendiri.”
(QS. Ar Ra’d [13]:11)
Sungguh
perubahan itu tidak akan terwujud tanpa merubah paradigma atau pemikiran
tentang manusia, kehidupan, dan juga alam semesta ini. Hijrah yang diharapkan
adalah membentuk pemikiran yang benar tentang hakikat manusia. Darimana manusia
berasal, untuk apa manusia diciptakan, dan mau kemana setelah kehidupan
manusia. Manusia berasal dari Allah, diciptakan untuk menyembah, dan akan
kembali kepada Allah entah itu ditempatkan di neraka atau pun di surga. Setelah
semua itu terjawab. Manusia tidak akan terombang-ambing karena memiliki tujuan yang jelas yaitu kembali kepada
Allah. Manusia mengharapkan ridho Allah agar selamat dikehidupan akhirat.
Seseorang
yang memiliki tujuan akan menonjolkan aktivitas yang berarti dibandingkan orang
yang tidak memiliki tujuan aktivitasnya akan tidak jelas. Sebagai ilustrasi,
seorang mahasiswa yang memiliki target/tujuan pencapaian nilai A dan memang benar-benar
sangat ingin. Tentunya ia menetapkan aktivitasnya adalah belajar dan terus
belajar. Bahkan membuat agenda belajar yang tersusun rapi sebagai aktivitas
yang akan dia lakukan. Bandingkan dengan mahasiswa yang tidak memiliki target.
Tentunya aktivitasnya tidak mengarah kepada pencapaian nilai A. ia akan
melakukan aktivitas lain yang tidak menyebabkan ia memperoleh nilai A yang
dapat dikatakan dengan aktivitas yang tidak jelas. Mengapa demikian, sungguh
tujuan mahasiswa kuliah adalah memperoleh izajah dengan nilai yang baik.
Mahasiswa yang tidak memiliki target haruslah berhijrah dimulai dari membentuk
pemikirannya untuk apa dia kuliah, pemikiran cerdas dalam menentukan tujuan
kuliah, setelah tujuan jelas akan dituntut pemikiran dalam menentukan aktivitas-aktivitas
yang akan dilakukan.
Demikianlah
perubahan tidak akan terjadi tanpa hijrah pemikiran atau paradigma. Untuk
merubah keadaan yang pertama sekali dihijrahkan adalah pemikiran. Pemikiran
sebagai acuan akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Baik itu
bekerja, baik itu menuntut ilmu, baik itu belajar, dan lain sebagainya.
Pemikiran terbaik adalah
pemikiran islam yang mewujudkan pola pikir dan pola sikap islami. Islam
mengatur seluruh aspek kehidupan, jika kita mengikuti aturan-aturan ini dapat
dipastikan latar belakang yang disebutkan diawal tadi akan terselesaikan. Islam
mewajibkan pemeluknya untuk menuntut ilmu, wajib untuk bekerja. Dengan ilmu dan
semangat kerja ekonomi akan membaik. Dengan ilmu dan pemahaman yang baik ukhuwah
islam semakin terbentuk, dengan ilmu akhlak atau moral yang baik akan menjadi
karakter yang berkeperibadian islam. Dengan ilmu semua perbuatan akan menjadi ibadah
dalam rangka menyembah/mengabdi kepada Sang Pencipta sebagai tujuan
diciptakannya manusia.
Semoga menjadi Ilmu yang bermanfaat