Ayo berbagi agar lebih bermanfaat

Sabtu, 27 Oktober 2012

Makna Idul Adha Buat Setiap Muslim

Saudaraqu yang dirahmati Allah..

Kodrat/Fitrah manusia, Keberadaannya sudah menjadi potensi/khasiat dalam dirinya, Iman pada hal ini, termasuk pada rukun iman yang ke-6 Iman kepada Qadla dan Qadar. Secara sederhana Qadar adalah khasiat/kegunaan/manfaat/potensi yang ada pada suatu benda yang sudah Ditetapkan oleh Allah SWT. Khusus Manusia, Ternyata paling banyak khasiat/potensi yang ia miliki. (selengkapnya klik).

(Agar mudah nangkap/paham penjelasan selanjutnya, Disarankan untuk membaca klik di atas)

Salah satu dari potensi itu adalah Naluri,
Naluri Meneruskan keturunan/kasih sayang pada anak atau istri/memiliki pasangan/kecintaan pada Ayah dan Ibu yang disebut dengan Naluri/GhorijatunNau'

Firman Allah
Qs. Ali Imran: 14 (Cek Arabnya di Al-Qur'an yaa :) )
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempak kembali yang baik" (QS. Ali Imran[3]: 14)

Dalam Kutbah Solat Idul Adha,
kisahnya Nabi Ibrahim yang bagian penyembelihan selalu di ungkap, Kenapa tidak mengungkap kisah beliau saat dibakar dalam Tumpukan kayu yang terbakar? (karena gak tepat sasaran mungkin ya)

Penyembelihan sebuah Qurban itu lah yang dilakukan muslim sesuai tuntunan Rasulullah SAW dalam bulan haji.

Jika kita tinjau Seorang Nabi seperti Nabi Ibrahim tentunya sangat Mencintai Allah SWT. Namun begitu di dalam dirinya terdapat fitrah seperti yang disebutkan dalam surat Ali Imran di atas. Wanita dan Anak. Dalam kasus ini persoalannya adalah Antara Nabi Ibrahim dan anak beliau Nabi Ismail. Kecintaan Antara Ayah dan Anak yang merupakan aplikasi dari Ghorijah Nau'

Ya.. Kecintaan
Untuk itu ada baiknya kita bahas terlebih dahulu tentang cinta,

1) Katagori cinta terbaik/tinggi
Dikatakan masuk kepada katagori ini adalah suatu kecintaan dimana Kecintaan kepada Allah lebih besar dari kecintaan terhadap apapun termasuk yang disebutkan dalam Ali Imran: 14.
Mencintai yang lain secara tepat dan pas..
2) Katagori cinta rendah
Dikatakan kualitas cinta itu rendah ketika ada sesuatu atau salah satu dari yang di ungkapkan di Surat Ali Imran: 14 menandingi besarnya cinta kepada Allah. Dengan kata lain cinta kepada Makhluk/Ciptaan/benda lebih besar daripada cinta kepada Allah SWT.

Tentunya Seorang Nabi termasuk pada katogori 1) Nabi Ibrahim pun di Uji. Beliau harus mengobarkan anak beliau untuk melaksanakan perintah Allah sebagai realisasi kecintaan beliau pada Allah SWT. Begitu juga dengan Nabi Ismail yang begitu teguh dan sabar dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Kecintaan Nabi Ismail berada pada katagori 1). Sang Ayah mengajarkan Keikhlasan sang Anak mengajarkan Ketulusan demi membuktikan cinta terbesar mereka hanyalah untuk Allah SWT.

 Dan ternyata Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Penghargaan seekor hewan qurban pun di berikan kepada mereka. Subhanallah. dan Alhamdulillah kita tidak di uji seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
.......

Dalam Surat Ali Imran, selain wanita dan anak.
Ternyata masih ada lagi yang menjadi kesenangan di dunia yaitu harta benda, kuda pilihan (klo sekarang Alat Transportasi seperti Fortuner dmn nilai sama dan alatnya beda), Ternak, dan Kebun.

Ummat Nabi Muhammad Hanya diminta Berkurban untuk menyisihkan hartanya dalam bentuk objek hewan Qurban. Yaa Menyisihkan harta (seperti emas, Mobil, Rumah, Hewan Ternak, Persawahan/Perkebunan yang dikonversi Menjadi bentuk hewan Qurban) Untuk dibagikan ke orang lain.

Pengorbanan terhadap apa yang dicintai untuk membuktikan Cinta kepada Allah SWT. Dan Alhamdulilah Subhanallah Alahuakbar bukan mengorbankan Anak, Ayah, atau wanita/laki-laki melainkan Hanya Harta.

Kecintaan Terhadap Harta ini merupakan sebuah fitrah yang termasuk kedalam naluri yaitu Ghorijah Baqo'
Kecintaan kepada Allah juga di Dorong oleh naluri yaitu Ghorijah Tadayun (naluri beragama/bertuhan)

Untuk menjadikan setiap muslim menjadi katagori 1) bukanlah perkara yang mudah. sorang muslim harus menuntaskan hal yang mendasar yaitu aqidah diikuti pemahaman pada rukun iman 1 s.d. 6 dimulai dari Iman kepada Allah sampai Iman kepada Qadla dan Qadar secara tuntas dan memuaskan Akal. Bukan sekedar tahu, Bukan sekedar bisa menyebutkan, Namun harus bisa memahamkan orang lain.

Kesimpulan, Makna Idul Adha
1. menjadikan diri ke katagori 1)
2. Meningkatkan Kecintaan Kepada Allah
3. Mau Mempelajari rukun iman secara tuntas dan memuaskan akal
4. Mau Membentuk Aqidah yang Benar
5. Menjadi Pribadi yang Ikhlas dan Tulus (teguh dan sabar)

Jumat, 26 Oktober 2012

Dunia Pembelajaran

Ringkas Padat Tepat
kalo gak tepat nanti di edit :)

Dunia Pembelajaran
Model/Pola: Kegiatan Pembelajran Guru dan siswa dari awal sampai akhir [kooperatif, PBL, PjBL]
Metode: Bagaimana Mengkontruksi Materi pada diri siswa (misal; ceramah, diskusi)
Strategi: /fase: /sintaks: tahap-tahap yang dilakukan
Pendekatan: Pendukung pengkontruksian materi pada diri siswa
Teknik: Teknik Melakukan metode


Dunia Rencana Pembelajaran
RPP
Standar kompetensi: Kompetensi yg harus dikuasai (umum) [Mengendarai]
Kompetensi Dasar: Kompetensi yg harus dikuasai (khusus) [Mengendari Sepeda motor] [mengendarai mobil] [pesawat][becak]
Tujuan pembelajaran: Kemampuan yg ingin diraih [Mantap mengendari sepeda motor di segala medan]
Indikator: Penanda bahwa kemampuan itu sudah dikuasai [tau mengoperasikan gigi, dapat menghidupkan mesin, Dapat menyeimbangkan saat jalan, dll]
Instrumen: Tes untuk mengetahui apakan indikator sudah tercapai [tes mengopraskan gigi, dst, dll]




  • -       Model Pembelajaran non  Empirik : model yang belum mempunyai hasil empirik melalui penelitian lmiah(tidak didasarkan pada hasil penelitian)
  • -  Model Pembelajaran Teoritik : model yang dikembangkan menggunakan model penyusunan/design  instruksional
  • -    Model Pembelajaran Empirik : model pembelajaran yang sudah dibukukan yang telah diteliti dari penelitian pendidikan. Contoh : jurnal, buku

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kerangka Tulisan

Metode Pendidikan Rasulullah 
Metode pendidikan rasul itu Menjadikan orang yang belajar Menjadi Doktor (s3) di banyak bidang ilmu.

Merubah keadaan
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka (QS. Ar-Ra'd[13]:11)"

Hal yang mendatangkan rejeki
Sangat berhubunga erat dengan Keteraturan, Keseimbangan, dan Keadilan.

Rangkuman Perintah, Larangan, Penelitian dalam Al-Huda
Bagaimana mungkin kita akan mengerjakan sesuatu, Jika kita tidak tahu intruksinya??
Seseorang yang ingin namun tidak pernah mengendarai pesawat, tanpa mengetahui intruksi/petunjuk ia tidak akan menghasilkan apa-apa.

Peran istri untuk suami tersukses
Mengapa seorang Laki bisa Membangun kesuksesan dengan integritasnya??

Tentang Saya

Foto saya
Jalan Lebe Kader, Gelengang (1001); Jalan Anugerah Lorong Sejahtera, Takengon., Aceh Tengah, Indonesia
Seorang yang ingin selalu menambah ilmu agar selamat dunia dan akhirat, Pencari Kebenaran dari sisi Pencipta swt. Berdakwah meneruskan visi misi Rasulullah saw

Ads