Ayo berbagi agar lebih bermanfaat

Senin, 10 Desember 2012

Mengapa Menutup Aurat

Berhijab
Assalamu'alaikum saudara-saudaraqu,.

Manusia adalah makhuk ciptaan Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Seperti halnya alam semesta (ruang, waktu, energi, materi) yang juga makhluk ciptaan Allah SWT, manusia juga difitrahkan ke dalam dirinya khasiat-khasiat atau potensi yang akan menemani hidupnya sepanjang hidup di dunia. Khasiat itu dapat di bagi ke dalam tiga bagian umum yaitu kebutuhan pokok, naluri, dan akal.

Ada tiga nalurui (ghorijah) dalam diri manusia yaitu ghorijatul baqo (mempertahankan diri), ghorijatun nawu' (melestarikan keturunan), dan ghorijatut taddayun (mensucikan sesuatu).

Dalam diskusi kali ini kita akan berfokus pada pembahasan naluri/ ghorijatun nawu'

ghorijatun nawu' adalah naluri yang terdapat dalam diri manusia yang mendatangkan rasa kasih sayang terhadap anak, ayah, ibu, istri, suami. Naluri ini juga lah yang mendatangkan dorongan seksual dan rasa suka terhadap lawan jenis.

Manusia selaku ciptaan Allah SWT yang lemah, terbatas, dan serba kurang statusnya adalah diciptakan. Manusia diciptakan dengan tujuan agar manusia menyembah Allah SWT. Selain diciptakan manusia juga diberikan aturan-aturan yang akan mengatur hidupnya di dunia demi kemaslahatan manusia itu sendiri. Aturan ini bersumber dari Allah yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunah. Terdapat didalamnya seruan, beban hukum yang ditujukan untuk manusia.

Allah menciptakan manusia dalam dua jenis, Yaitu laki-kali dan wanita. Lali-laki adalah lawan jenis wanita dan sebaliknya. Kedua jenis manusia ini masing-masing ada dalam dirinya ghorijatun nawu'.

Dalam islam, dikabarkan tujuan diciptakannya ghorijatun nawu' ini adalah agar manusia tidak punah dengan melestarikan keturunan. Terdapat rasa nikmat dan lezat saat terjadinya peroses melestarikan keturunan. Jika rasa nikmat dan lezat itu tidak ada, bisa dibayangkan, mungkin manusai enggan untuk melestarikan keturunan.

Naluri ini bangkit ketika adanya rangsangan dari luar. Laki-laki yang melihat keindahan wanita (fakta) akan bangkit nalurinya begitu juga sebaliknya. Naluri ini juga dapat bangkit akibat sentuhan yang terjadi diantara laki-laki dengan wanita. Naluri ini juga dapat bangkit akibat pikiran yang ada dalam kepala.

Merujuk pada syari'at islam, Naluri ini hanya diizinkan bangkit pada kehidupan suami istri karena tujuan diciptakannya adalah untuk melestarikan manusia. Di luar kehidupan suami istri islam melarang bangkitnya naluri ini. Ketika naluri ini bangkit ia akan menuntut pemenuhan. Ketika naluri ini bangkit dalam kehidupan umum atau di luar kehidupan suami istri ia dapat mendatangkan bahaya dan kerusakan.

Bagi orang-orang yang beriman, maka wajib atas dirinya melaksanakan semua yang disyari'at kan kepada dirinya.
Karena naluri ini hanya boleh bangkit dalam kehidupan suami istri, islam mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan umum dengan menjauhkan faktor-faktor yang dapat membangkitkan naluri ini. Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut;1) Jangan berdua-duaan. 2) Cewek jangan  berhias begitupun cowok. 3) Jangan memunculkan kata-kata yang mengundang birahi. 4) Menghindari mendengar/membaca cerita porno. 5) Manusia harus menutup auratnya.

Aurat yang tampak akan membangkitkan naluri ini, sehingga syari'at islam mewajibkan manusia untuk menutup aurat baik laki-laki maupun wanita.
Aurat yang paling banyak jatuh kepada diri wanita.   sehingga wanita wajib membungkus seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Tujuannya agar laki-laki tidak bangkit naluri seksualnya begitupun laki-laki harus menjaga auratnya agar tidak membangkitkan naluri wanita.

Dalam islam wanita dikatakan belum menutup aurat (telanjang) ketika:
  • Tidak ada sehelai benangpun pada tubuhnya
  • Semua bagian tubuh tertutup, tapi dengan kain yang transparan
  • Tubuh tertutup dengan kain tebal namun sempit atau ketat yang menonjolkan lekuk tubuh 
Terkusus wanita Allah memerintahkan secara khusus bagaimana menutup aurat dalam surat An-Nur ayat 31 [tentang kerudung] dan Al-Ahzab ayat 59 [Tentang pakaian (jilbab)] dan didukung oleh hadist rasulullah.

Allahualam

Semoga menjadi orang yang taat.
Semoga menjadi ILMU yang Bermanfaat.

Wassalam. 

Sabtu, 24 November 2012

Beberapa Alasan Menggunakan Model pembelajaran

1.1   Kooperatif

Pada dasarnya effect pembelajaran kooperatif sangat dibutuhkan dalam kehidupan siswa pasca sekolah. Kooperatif melatih siswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama. Dalam sebuah pribahasa “berat sama dipikul ringan sama dijinjing” sangat cocok untuk untuk kooperatif ini. Dalam kehidupan nyata atau kehidupan setelah pendidikan formal selesai. Ada persoalan yang dapat diselesaikan sendiri. Banyak juga persoalan persoalan yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Ketika siswa sudah terbiasa bekerja sama akibat pembelajaran kooperatif. Dalam kehidupan nyata siswa akan mampu menjalani kehidupan dengan lebih bijak. Kooperatif mengajarkan siswa untuk mampu berinteraksi sosial dengan baik. Saat berdiskusi dalam pembelajaran kooperatif setiap anggota kelompok saling memberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau ide. Saling membimbing dan dibimbing. Pembelajran kooperatif memungkinkan siswa berinteraksi aktif dalam belajar dan mengambil kesimpulan secara bersama-sama.
Dalam pembelajaran fisika kooperatif perlu digunakan. Misal pada suatu percobaan fisika yang menunjukkan fenomena fisika. Siswa bekerja sama dalam menelaah fenomena tertentu dengan saling memberikan pendapat. Interaksi sosial terbentuk saat memiliki satu tujuan yang sama yaitu mendapatkan jawaban atau solusi dari Lembar Kerja Siswa yang disiapkan oleh guru. Dengan begini kesimpulan yang paling mendekati konsep yang diharapkan akan tercapai.  Guru akan meluruskan konsep jika ada kesimpulan siswa yang keliru. Dengan begitu akan terjadi sebuah proses pencapaian akademik yang baik. Diikuti keterampilan sosial dan pencapaian pengetahuan akademik yang akan membuat siswa menjadi melek sain.

1.2   PBL
Seperti halnya kooperatif, PBL juga merupakan keterampilan yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Pembelajaran berbasis masalah mampu melatih siswa untuk memiliki keterampilan penyelidikan mengatasi masalah dan keterampilan berfikir tingkat tinggi. Dalam menjalani kehidupan ini, setiap hari manusia tidak terlepas dari yang namanya masalah. Sebagian orang tidak masalah dengan masalah. Sebagian lagi merasa masalah adalah mala petaka.Tergantung pada bagaimana seseorang menyikapi masalah tersebut. Kemampuan menyelasaikan masalah harus dilatih sejak dini. Inilah alasan perlunya menggunakan pembelajaran berbasis masalah disekolah. Jika setiap belajar siswa dibiasakan menghadapi masalah, walhasil keterbiasaan dalam menyelesaikan masalah akan menjadi keahliannya.
Dalam pembelajaran fisika setiap materi dapat dijadikan solusi terhadap suatu permasalahan tertentu. Banyak ilmu fisika yang menjadi teman dalam kehidupan kita. Misal masalah listrik. Siswa diminta untuk menerangi sebuah desa yang belum ada listriknya. Dengan demikian siswa harus mencari sendiri konsep tentang listrik agar permasalahan di desa tadi ditemukan solusinya. Siswa diminta memecahkan masalah ini. Mereka saling berdiskusi satu sama lain sehingga tanpa mereka sadari konsep atau kompetensi dasar yang diinginkan terbentuk secara alami dengan proses baik. Selain pengetahuan fisika terbentuk, siswa juga melatih kemampuan berfikir tingkat tinggi yang akan berguna dalam pemecahan masalah.

Ilmu Pendidikan

Tentang Saya

Foto saya
Jalan Lebe Kader, Gelengang (1001); Jalan Anugerah Lorong Sejahtera, Takengon., Aceh Tengah, Indonesia
Seorang yang ingin selalu menambah ilmu agar selamat dunia dan akhirat, Pencari Kebenaran dari sisi Pencipta swt. Berdakwah meneruskan visi misi Rasulullah saw

Ads