Ayo berbagi agar lebih bermanfaat

Senin, 11 Juni 2012

Seberapa Pentingkah ILMU ?



Saudaraku seislam dan seiman,

Pada diskusi kali ini kita akan membahas tentang peranan Ilmu dalam kehidupan. (khey, silahkan tarik napas dulu dan fokus :) )

JIka kita tinjau, ilmu itu dapat dibagi menjadi dua:

  1. Ilmu tentang hubungan Manusia dengan Kholiq (Agama)
  2. ILmu Umum

Dalam islam menuntut ilmu wajib hukumnya. Sama seperti bekerja yang  juga wajib hukumnya. (so.. yang belum kerja silahkan buru2 kerja, hehe)
Wajib berarti harus dikerjakan.

Kedua bidang ilmu di atas wajib hukumnya, Namun terdapat perbedaan.
Ilmu agama hukumnya fardhu ain
Ilmu umum hukumnya farhdu kifayah

farhdu ain dan fardhu kifayah
apakah bedannya??

Saudaraku yang dirahmati Allah. (Aamiin.. )
Sebelum melanjutkan Pembahasan tentang ilmu. Sekilas kita akan membahas tentang fardu ain dan fardu kifayah.

Contoh, tentang hukum sholat.
Solat ada yang hukumnya fardhu ain, fardu kifayah, dan sunah.

Solat 5 waktu hukumnya fardhu ain, Maksud fardhu ain disini adalah sesuatu yang wajib dikerjakan dan jika ditinggalkan berdosa. Dalam hal  ini sifatnya individu. Jika ia mengerjakan tidak akan berpengaruh kepada yang lain. Jika ia tinggalkan, maka ia berdosa, namun orang lain tidak ikut berdosa.

Berbeda dengan fardu kifayah, contohnya sholat zenajah. Jika disuatu desa ada orang meninggal. Sebagai orang islam wajib mensholatkan zenajah itu. Kewajiban disini bersifat umum. Jika tidak di kerjakan maka yang berdosa adalah seluruh masyarakat desa. Misal ada sebagian orang yang sudah mensholatkan zenajah tersebut. Maka masyarakat yang tidak ikut mengerjakan lunas kewajibannya. Sehingga orang yang mengerjakan mendapatkan pahala yang besar karena telah mewakili kewajiban saudaranya.

Yup. Mudah-mudahan sudah paham apa perbedaannya.
kembali ke ILMU

1. Ilmu agama (fardhu ain niee..)

Dalam hal ini yang termasuk di dalamnya yaitu ilmu tentang bagaimana hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Memperlajari tentang peraturan /keteraturan yang dikendaki oleh Sang Pencipta. Memahami yang mana takdir yang mana pilihan. Memahami ke dalam akal dan hati mengapa kita (sebagai manusia) kok harus taat pada aturan yang di tetapkan sang Kholiq. Memahami betapa kita sangat lemah, serba kurang, dan terbatas. Memahami apa saja yang membuatNya senang dan hal yang membuatNya murka. Sehingga pada akhirnya hanya kebahagiaan yang kita rasakan.
 
(ilmu yang seperti ini hukumnya wajib ni Saudaraqu)            

2. Ilmu Umum

Dalam hal ini, dibebankan kewajibannya kepada seluruh umat.
Jika tidak ada yang mempelajari ilmu ini, padahal umat membutuhkannya. Seluruh umat menjadi berdosa.

Contoh:
Terdapat 2 desa yang di belah oleh sungai. Anggaplah desa A dan desa B.
Di desa A terdapat Masjid dimana dapat didirikan sholat jum'at. di desa B tidak terdapat masjid. Sungai cukup dalam dan deras. tidak memungkinkan untuk dilewati memakai perahu/rakit. (Pernah liat sungai kayak gini? )

Lanjud…
Disinilah berlaku ilmu yang hukumnya fardu kifayah. harus ada orang yang mempelajari ilmu tentang jembatan. Bagaimana agar jembatan tersebut kuat. Apa-apa saja bahan yang digunakan. Bagaimana perhitungan vektor agar bisa dilewati oleh truk/bus yang sangat berat. Jika tidak ada orang yang mempelajari ilmu ini. Kedua desa turut mendapatkan dosa. Namun jika sudah ada yang mewakilkan untuk mempelajari ilmu ini, maka kewajiban desa A dan B menjadi lunas.

Contoh lagi..

Misal di suatu kota tidak ada seorang doktor. Maka harus ada orang yang mempelajari ilmu kedoktoran. Jika tidak semua penduduk kota itu berdosa.

Mengapa ilmu penting?

Ada ungkapan tanpa ilmu ibadah tidak berarti alias Nol.
solat tanpa berwudu tidak sah solatnya.
Syahadat tanpa pemahaman dan aplikasi/pengamalan berarti??
Haji dengan uang riba berarti?
Bantu orang kan baik, tapi klo niatnya cari muka berarti?
Tidak tau yang mana hak (benar di sisi Allah swt) dan mana bathil (salah di sisi Allah swt), main hajar semua tanpa mau mencari ilmunya berarti?
Menempuh iman hanya dengan perasaan saja tanpa akal berarti?

Jelas ilmu sangat penting. Jika tidak dicari berdosa (karena wajib), jika tidak berilmu beribadahpun ….. Hanya Allah yang tau..
Allahualam
Semua orang memiliki naluri bertuhan. Ada rasa ingin dekat denganNya.
Namun banyak yang tidak berilmu dan melakukannya dengan cara yang keliru.
Sehingga ilmu menjadi sangat penting untuk memperoleh kebahagian dengan Ridho Allah swt.

Semoga bermanfaat..
Silahkan menambahkan untuk pemahaman yang lebih baik..

Dalam Al-Quran ada beberapa tipe hukum.
ada yang bisa diaplikasikan secara pribadi
ada yang bisa diindahkan secara masyarakat
ada juga beberapa hukum baru bisa dilaksanakan dengan adanya negara.
Untuk terwujudnya peraturan Allah swt tersebut, tanpa negara tidak akan terlaksana, maka mendirikan negara islam menjadi wajib demi terlaksananya beberapa hukum tersebut,. (FARDHU KIFAYAH)

Silahkan jika mau bertanya :) :D 

Senin, 28 Mei 2012

How to Thinking

Membentuk suatu persepsi yang unggul harus melalui proses berpikir.
Ada 3 macam tipe berpikir yang dilakukan oleh manusia.

  1. Berpikir Dangkal
  2. Berpikir Mendalam
  3. Berpikir Cemerlang
Untuk memahaminya maka akan sangat mudah jika kita menggunakan sebuah contoh.

Air
Ketika seseorang haus, ia mampu memikirkan apa yang dibutuhkan. Haus berarti butuh minum. Setelah minum hauspun hilang dan selesai  lah suatu kebutuhan. Jika hanya sekedar seperti ini. Inilah orang yang berpikir dangkal.

Namun jika ia tau, untuk sehat maka perlu minum air sehari sebanyak 9 liter. Air yang diminum harus dimasak/disterilkan terlebih dahulu. Tau bagaimana memperoleh air, entah itu air hujan, mata air, menggali sumur. Inilah orang yang berpikir mendalam.

Lain lagi halnya ketika ia memahami dari mana datangnya air, siapa yang menciptakannya, manfaatnya bagi tubuh dan tau pada siapa ia harus bersyukur, berapa banyak kebutuhan konsumsi air dalam sehari agar sehat. Inilah orang berpikir cemerlang. Artinya ia memahami secara menyeluruh.

Pemikiran cemerlang sangat dibutuhkan untuk memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Hal pokok yang memerlukan pemikiran cemerlang adalah tentang Alam Semesta, Manusia, dan Kehidupan. Mampu memahami hubungan antara ketiganya. Mengaitkannya dengan informasi yang benar (Al-Quran). Inilah jalan yang lurus.

Semoga Bermanfaat

Terkait
Membentuk Akal

Jumat, 18 Mei 2012

Merubah Keadaan


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka (QS. Ar-Ra'd[13]:11)"

Ketika ada kata sungguh, berarti itu menunjukkan keseriusan. Sehingga kita dapat menyimpulkan perubahan itu tidak akan terjadi sebelum ada usaha untuk merubah.

Usaha-usaha seperti apakah yang perlu dilakukan agar perubahan itu terwujud. Inilah yang akan kita diskusikan.

Manusia berencana, Allah SWT yang menentukan hasilnya.

Sebelum mendiskusikan "keadaan" terlebih dahulu kita akan memahami apa saja hal dibawah kuasa manusia dan hal-hal yang bukan dibawah kuasa manusia.

Contoh hal yang tidak dibawah kuasa manusia; Allah SWT yang berkehendak, kita dilahirkan dari keluarga A bukan dari keluarga B.
Kita tidak bisa meminta untuk dilahirkan di zaman Rasulullah SAW atau masa yang akan datang.
Kita tidak bisa meminta untuk dilahirkan dari keluarga tertentu yang kita inginkan sebelum kita dilahirkan.
Bentuk fisik kita.
Rejeki.

Contoh hal yang dibawah kuasa manusia, ini merupakan pilihan yang dibuat oleh manusia. Misalnya, Jenis pekerjaan yang dilakukan.
Memilih untuk menuntut ilmu atau tidak
Giat belajar atau tidak
Menjadi orang yang bermanfaat atau tidak
Niat beribadah atau tidak
Dan lain-lain

Dengan demikian kita memahami ada keadaan yang dapat dirubah dan ada keadaan yang tidak bisa dirubah.

Keadaan yang dirubah dapat dibagi kedalam 3 hal,
Keadaan pribadi, Keadaan lingkungan (keluarga/masyarakat), dan Keadaan Negara.

Untuk merubah keadaan,
Usaha awal yang perlu dilakukan adalah merubah paradigma/cara pandang tentang hidup. Paradigma (perseprsi) akan di perkuat oleh pemikiran. Pemikiran akan mampu menentukan Goal (tujuan) terbijak yang akan di raih.

Klik link di bawah ini:
Merubah
1. Keadaan pribadi (Segera)
2. Keadaan Masyarakat (segera)
3. Keadaan Negara (segera)


Tentang Saya

Foto saya
Jalan Lebe Kader, Gelengang (1001); Jalan Anugerah Lorong Sejahtera, Takengon., Aceh Tengah, Indonesia
Seorang yang ingin selalu menambah ilmu agar selamat dunia dan akhirat, Pencari Kebenaran dari sisi Pencipta swt. Berdakwah meneruskan visi misi Rasulullah saw

Ads